Species Jamur Penghasil Hidrokarbon & Bio-Fuel
Gliocladium roseum, Jamur yang selama ini dikenal sebagai agent hayati yang bersifat antagonistic terhadap jamur pathogen ini ternyata memiliki potensi lain yang cukup menjanjikan. Jamur yang hidup epifit di kayu ini ternyata memiliki potensi untuk menghasilkan senyawa hidrokarbon yang bersifat eksplosif.
Prof. Gary Strobel, Salah seorang pakar Mycology dari Montana States University yang mengklaim sebagai penemu species jamur ini -yang kemudian memberinya nama ilmiah Gliocladium roseum- menyatakan bahwa Jamur ini pertama kali ditemukan di dalam cabang suatu jenis tanaman tertentu yang terdapat di hujan tropis di Argentina (tanaman ulmo). Species ini, selama ini menjadi satu-satunya organisme yang mampu menghasilkan hidrokarbon yang tersususun atas rantai panjang karbon dengan molekul hydrogen yang mampu menghasilkan energy saat dilakukan proses pembakaran.
Senyawa Hidrokarbon yang dihasilkan oleh jamur ini secara kolektif dapat digunakan untuk menggerakkan mesin Myco-Diesel. Hal ini menjadi harapan baru bagi penggunaan bahan bakar alternatif untuk kendaraan bermotor serta beberapa mesin industri.
Para ilmuwan saat ini telah menganalisa beberapa strain jenis jamur ini untuk menemukan Genes mana yang berperan dalam proses produksi hidrokarbon ini dan apakah genes ini dapat dimanipulasi untuk meningkatkan produksi hidrokarbon sehingga mampu meningkatkan produksi bio fuels.
(Ref: Science Illustrated Vol 7-9 2009)







Semoga semakin bisa banyak peluang kita untuk memproduksi bio-fuel. So, bumi bisa makin hijau, buat cucu2 kita nanti,
saya biasa lihat gliocladium berwarna hijau, yang ini warnanya memang merah atau diberi perlakuan pewarnaan? terimakasih
Kalau dilihat dari fotonya sih kayaknya pakai SEM & gambar aslinya mungkin greyscale! Mungkin di foto majalah yang saya ambil referensinya diberi warna merah! Terimakasih Bu Evi atas koreksinya!